Tuesday, 9 April 2024

Merayakan Idul Fitri dengan Penuh Makna


Shalat Idul fitri adalah shalat sunah yang dikerjakan pada Hari Raya Idul fitri, pada 1 Syawal. Pada Hari Raya Idulfitri, Rasulullah SAW. selalu melaksanakan shalat id, oleh karena itu hukum shalat Idulfitri tersebut sunah muakkad (sangat dianjurkan). Pada malam Idulfitri, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, seperti berikut.
 .وَلِلَّهِ الْحَمْدُh,اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya: Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar.. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar.. Dan segala Puji Hanya kepada Allah...

Pada 1 Syawal setiap muslim laki-laki atau perempuan, baik mukim atau musafir, besar maupun kecil dianjurkan melaksanakan salat Idain, bahkan perempuan yang' berhalangan pun dianjurkan berkumpul dan mendengarkan khutbah, walaupun tidak mengikuti salatnya.

Rasulullah SAW. bersabda:
عَنْ اُمَ عَطِيَّةً قَالَتْ: أَمَرَنَا رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى أَنْ نُخْرِجَ الْعَوَائِقَ وَالْحُيَّاضَ وَذَاوَاتِ الْخُدُورِ. فَأَمَّا الْحُيَّاضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاةَ {رواه البخاري ومسلم}
Artinya: "Dari Umu Athiyah ia berkata: "Rasulullah telah menyuruh kami pada hari raya Idulfitri dan Idul Adha agar kami membawa perempuan-perempuan gadis, perempuan- perempuan yang sedang haid, dan perempuan bertutup (memakai cadar) ke tempat salat hari raya. Adapun perempuan yang sedang haid mereka tidak melaksanakan shalat." (H.R. Bukhari Muslim)

1. Waktu Pelaksanaan Shalat Idulfitri

Salat dilaksanakan pada pagi hari ketika matahari terbit kira-kira setinggi tombak atau kira-kira jam 07.00 sampai selesai, setelah selesai shalat diteruskan khutbah.

Rasulullah SAW bersabda:
كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرَ يُعَلِّمُونَ الْعَيْدَيْنَ قَبْلَ الْخُطْبَةِ رواه جماعة

Artinya: "Adalah Rasulullah SAW. Abu Bakar dan Umar melaksanakan shalat hari raya sebelum khutbah."(H.R. Jamaah)

2. Tempat Pelaksanaan Shalat Idulfitri

Shalat Idulfitri merupakan salah satu sy'ar (simbol keagungan dan kemuliaan) agam Islam. Salat Idulfitri dapat dilaksanakan di masjid atau juga di tanah lapang (tempat terbuka). Berkenaan dengan salat Id ini, Imam As-Syafii menyatakan sekiranya masjid di suatu tempat tersebut mampu menampung seluruh penduduk di daerah tersebut, maka mereka tidak perlu lagi pergi ketanah lapang (untuk mengerjakan shalat Id) karena salat Id di masjid lebih utama.
أَنَّهُ إِذَا كَانَ مَسْجِدُ البَلَدِ وَاسِعاً صَلُّوْا فِيْهِ وَلَا يَخْرُجُوْنَ .... فَإِذَا حَصَلَ ذَالِكَ فَالمَسْجِدُ أَفْضَلُ

Artinya: "Jika masjid di suatu daerah luas (dapat menampung jamaah) maka sebaiknya salat di masjid dan tidak perlu keluar.... karena shalat di masjid lebih utama."

Dengan kata lain, shalat Idulfitri di masjid lebih utama karena masjid merupakan tempat yang dimuliakan dan disucikan untuk menjalankan salat.Namun, apabila masjid yang hendak digunakan tempatnya sempit dan diperkirakan tak bisa untuk menampung jamaah salat Idulfitri, disunahkan untuk menunaikannya di tanah lapang.

Shalat Idulfitri secara umum pelaksanaannya sama dengan shalat-shalat yang lain, dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, bacaannya juga sama. 
Adapun Urutan Tata cara Shalat Idul fitri sebagai berikut :
  1. Nat
  2. أَصَلِّي سُنَّةٌ لِعِبْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
  3. Takbir, pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram membaca takbir sebanyak tujuh kali, kemudian baru membaca Surah Al-Fatihah. Pada rakaat kodua membaca takbir lima kali, baru kemudian membaca Surah Al-Fatihah.
  4. Mengangkat tangan setiap kali takbir, kemudian membaca tasbih di sela-sela takbir sebagaimana berikut.
  5. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَالله أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيَ الْعَظِيْمِ
  6. Membaca Surah Al-Ala pada rakaat pertama dan Surah Al-Gasiyah pada rakaal kedua.
  7. Imam mengeraskan suara keras (jahr) ketika membaca takbir, Surah Al-Fatihah dan surah berikutnya.
  8. Khatib memulai khutbah pertama dengan membaca takbir 9 kali dan khutbah kedua membaca takbir 7 kali.
  9. Setelah selesai shalat Idulfitri, hendaknya bersalam-salaman saling bermaafan

  1. Mandi dan berhias diri.
  2. Memakai wangi-wangian.
  3. Memakai pakaian yang terbaik (bersih). 
  4. Memperbanyak mengumandangkan takbir (ketika Idulfitri sejak malam 1 Syawal sampai selesai shalat Id).
  5. Makan sebelum shalat Idulfitri.
  6. Menempuh jalan yang berbeda pada saat berangkat dan pulang shalat Id.

Setelah selesai shalat Id, dilanjutkan khutbah Idulfitri. Pada dasarnya pelaksanaan khutbah Idulfitri sama dengan khutbah Jumat, hanya saja awal khutbah Idulfitri sebelum membaca hamdalah dianjurkan membaca takbir sebanyak 9 kali pada khutbah pertama dan 7 kali pada khutbah kedua.

Khutbah Idulfitri tidak diharuskan duduk di antara dua khutbah, tapi cukup satu khobah dan saat selesai menguraikan khutbahnya, khotib boleh langsung menutupnya dengan doa.

Doa Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri
تَقْبَلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍ بِخَيْرٍ مِنَ الْعَائِدَيْنِ وَالفَائِزِيْنَ

Artinya: "Semoga Allah menerima ibadah saum kami dan anda semua. Dan setiap tahun semoga ada dalam kebaikan. Dan semoga termasuk orang-orang yang kembali kepada kesucian dan menjadi orang-orang yg beruntung."

Idul Fitri merupakan momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari Raya ini bukan hanya tentang perayaan dan kegembiraan, tetapi juga waktu untuk refleksi diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

1. Menjalankan ibadah dengan khusyuk:
  • Laksanakan shalat Idul Fitri dengan penuh kekhusyu'an.
  • Perbanyak membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya. 
  • Lakukan zikir dan doa memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.

2. Memperkuat silaturahmi:
  • Silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.
  • Saling mengunjungi dan bermaaf-maafan.
  • Berbagi kebahagiaan dengan memberikan zakat dan sedekah.

3. Meningkatkan rasa syukur:
  • Bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
  • Renungkan kembali perjalanan spiritual selama Ramadan.
  • Buatlah komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

4. Melakukan kegiatan positif:
  • Mengadakan pengajian atau mendengarkan tausiyah.
  • Mengunjungi panti asuhan atau panti jompo.
  • Berbagi ilmu dan pengetahuan dengan sesama.

5. Menjaga kesehatan:
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sehat.
  • Lakukan olahraga secara teratur.
  • Istirahat yang cukup.

  1. Mengadakan "open house" dan mengundang keluarga, tetangga, dan sahabat.
  2. Memasak hidangan tradisional bersama keluarga.
  3. Bermain game bersama keluarga dan anak-anak.
  4. Berbagi cerita dan pengalaman selama Ramadan.
  5. Merencanakan tujuan dan resolusi baru untuk masa depan.
Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk menebarkan kebaikan dan mempererat tali persaudaraan. Mari kita manfaatkan momen ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.

Semoga Idul Fitri 1445 Hijriah membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua, amin.

Tuesday, 30 January 2024

Kisah Kesabaran Nabi Muhammad SAW

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh.


Dikisahkan, setiap kali Nabi Muhammad saw. melintas di depan rumah seorang wanita tua, beliau selalu diludahi. Suatu hari, saat Nabi Muhammad saw. melewati rumah wanita tua itu, beliau tidak bertemu dengannya. Karena penasaran, beliau pun bertanya kepada seseorang tentang wanita tua itu. Justru orang yang ditanya itu merasa heran, mengapa ia menanyakan kabar tentang wanita tua yang telah berlaku buruk kepadanya.
Setelah itu Nabi Muhammad saw. mendapatkan jawaban bahwa wanita tua yang biasa meludahinya itu ternyata sedang jatuh sakit. Bukannya bergembira, justru beliau memutuskan untuk menjenguknya. Wanita tua itu tidak menyangka jika nabi mau menjenguknya. 

Ketika wanita tua itu sadar bahwa manusia yang menjenguknya adalah orang yang selalu diludahinya setiap kali melewati depan rumahnya, ia pun menangis di dalam hatinya, “Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjengukku.”

Dengan menitikkan air mata haru dan bahagia, wanita tua itu lantas bertanya, “Wahai Muhammad, mengapa Engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?” Nabi menjawab, “Aku yakin Engkau meludahiku karena Engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika Engkau telah mengetahuinya, aku yakin Engkau tidak akan melakukannya.”

Mendengar jawaban bijak dari nabi, wanita tua itu pun menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggorokannya terasa tercekat. Lalu, dengan penuh kesadaran, ia berkata, Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu.” Lantas wanita tua itu mengikrarkan dua kalimat syahadat. 

Demikianlah salah satu kisah teladan kesabaran Nabi Muhammad saw. yang sarat akan nilai keteladanan. Nabi saw. tidak pernah membalas keburukan orang yang menyakitinya dengan keburukan lagi, tetapi justru memaafkannya.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh.


Saturday, 20 January 2024

Full Wejangan KH Miftachul Akhyar di Harlah Muslimat NU ke 78 @torieq2024

Dalam kesempatan Peringatan Harlah Muslimat NU ke-78, saya selaku Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Muslimat NU di seluruh Indonesia. Semoga momentum ini menjadi sarana muhasabah dan introspeksi diri, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan karya nyata bagi bangsa dan negara.

Muslimat NU telah berkiprah di berbagai bidang kehidupan, baik di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, maupun politik. Kiprah tersebut telah memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara.

Di bidang keagamaan, Muslimat NU telah berperan aktif dalam menyebarkan dan mengajarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti pengajian, pendidikan keagamaan, dan pembinaan kader.

Di bidang sosial, Muslimat NU telah berperan aktif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti bakti sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan bencana alam.

Di bidang pendidikan, Muslimat NU telah berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti pendirian lembaga pendidikan, pemberian beasiswa, dan pelatihan keterampilan.

Di bidang politik, Muslimat NU telah berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi perempuan dan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti advokasi, kajian politik, dan pendidikan demokrasi.

Dalam menghadapi tantangan di masa depan, Muslimat NU harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri. Hal ini penting agar Muslimat NU dapat terus berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

Berikut ini adalah beberapa pesan yang ingin saya sampaikan kepada seluruh anggota Muslimat NU:Tetaplah berpegang teguh pada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Ajaran Islam adalah pedoman hidup yang sempurna, yang dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara.
Tingkatkan kualitas diri, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun akhlak. Hal ini penting agar Muslimat NU dapat berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan.
Jadilah teladan bagi masyarakat. Muslimat NU harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, baik dalam hal perilaku, tutur kata, maupun sikap.

Saya yakin bahwa Muslimat NU akan terus menjadi organisasi yang besar dan berpengaruh di Indonesia. Dengan tekad dan kerja keras, Muslimat NU dapat mewujudkan cita-citanya untuk menjadi organisasi yang rahmatan lil alamin.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan memberkahi Muslimat NU. Amin.


Wednesday, 4 October 2023

Ibarat menanam pohon untuk dipanen di kemudian hari. Mari menanamlah kebaikan di dunia untuk dipanen kelak di akhirat

Pernahkah kamu melihat orang yang sedang menanam pohon? Orang yang menanam pohon mangga tentu berharap kelak akan memanen buah mangga. Mereka yang menanam padi berharap akan memanen padi, demikian juga yang menanam jagung, sagu, atau sorgum tentu berharap akan memanen jagung, sagu, atau sorgum. Seperti itu pula kehidupan kita di dunia ini. Kita diperintahkan untuk menanam kebaikan sebanyak-banyaknya, agar kelak di akhirat dapat menuai atau memanen pahala atas tanaman kebaikan itu.

Hal ini sangat sesuai dengan pesan Rasulullah saw. bahwa kehidupan di dunia merupakan ladang untuk menanam. Kalau yang kita tanam adalah kebaikan, kelak di akhirat kita akan memanen kebaikan. Sebaliknya, jika yang kita tanam adalah keburukan, kelak yang akan kita panen adalah keburukan yang telah kita perbuat.

Marilah kita merenung sejenak, pada hakikatnya hidup di dunia ini hanyalah sebentar dan sementara. Tidak ada orang yang akan hidup selamanya di dunia, bukan? Sayang sekali jika kesempatan yang tidak lama ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mencari bekal

kehidupan di akhirat kelak. Banyak sekali orang yang menunda-nunda untuk beramal baik dengan alasan masih banyak waktu. Para remaja menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya. Para pemuda menggunakan waktunya hanya dengan bersenang-senang. Mereka lupa bahwa kematian dapat datang secara tiba-tiba tanpa pernah diduga sama sekali. Begitu kematian telah datang, habislah kesempatan kita untuk menanam kebaikan.

Oleh karena itu, janganlah membuang waktu lagi. Marilah kita perbanyak amal kebaikan dan hentikan kebiasaan buruk untuk menggapai kehidupan akhirat yang lebih baik.

Berikut Soal Ulangan Harian 1 Mapel PAI Kelas 9 Semester 1 Tahun 2023 2024 kerjakan dengan sungguh-sungguh :
بسم الله االرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين